Laman

Minggu, 05 Februari 2012

Jacques Derrida (bapak dekonstruksi)


Nama: Jacques Derrida
Lahir: 15 Juli 1930, El Biar, Aljazair
Meninggal: 8 Oktober 2004 (umur 74), Paris, Perancis
Aliran/tradisi: Dekonstruksi, Filsafat Kontinental, Fenomenologi
Minat utama: Filsafat bahasa • Teori Literal • Etika • Ontologi
Gagasan penting: Dekonstruksi • Différance • Phallogosentrisme • Metaphysics of presence
Dipengaruhi: Plato • Søren Kierkegaard • Alexandre Kojève • Maurice Blanchot • Antonin Artaud • Martin Heidegger • Roland Barthes • Louis Althusser • Georges Bataille • Edmund Husserl • Emmanuel Lévinas • Friedrich Nietzsche • Ferdinand de Saussure • Sigmund Freud • Karl Marx • Claude Lévi-Strauss • James Joyce • Stéphane Mallarmé • J.L. Austin
Memengaruhi: Paul de Man • Bernard Stiegler • Jean-Luc Nancy • Philippe Lacoue-Labarthe • Ernesto Laclau • Judith Butler • Louis Althusser • Peter Eisenman • Edward Said • Homi K. Bhabha • Gayatri Chakravorty Spivak • John Caputo • Simon Critchley • Mario Kopic • Peter Sloterdijk • Avital Ronell • Catherine Malabou • Slavoj Žižek


Jacques Derrida (lahir di El Biar, Aljazair, 15 Juli 1930 - meninggal di Paris, Prancis, 8 Oktober 2004 pada umur 74 tahun) adalah seorang filsuf Perancis yang dianggap sebagai pengusung tema dekonstruksi di dalam filsafat postmodern.[1] Pemikirannya juga disampaikan melalui filsafat bahasa. Christopher Norris dalam tulisannya yang berjudul Derrida (1987) berasumsi bahwa filosofi Derrida utamanya tentang Tulisan.[1]

Daftar isi

Riwayat Hidup

Jacques Derrida lahir di Aljazair pada tangggal 15 Juli 1930.[1] Pada tahun 1949 ia berpindah ke Perancis, di mana ia tinggal sampai akhir hayatnya.[1] Ia mengajar di École Normale Supérieure di Paris.[1] Orang tuanya yang bernama Aimé Derrida dan Georgette Sultana Esther Safar, menikah pada tahun 1923 dan pindah ke St.Agustinus di Aljazair pada tahun 1925.[1] Pada tahun yang sama Rene Derrida (anak Aimé dan Georgette) lahir dan empat tahun kemudian Paul Derrida (adik Rene) lahir.[1] Namun tiga bulan kemudian Paul meninggal.[1] Pada tahun 1930 Jackie Derrida lahir.[1] Di kemudian hari ia menyebut dirinya "Jacques".[1] Sepanjang hidupnya ia curiga bahwa ia hanya menjadi pengganti atau pelengkap ketiadaan Paul, kakaknya.[1] Derrida adalah seorang keturunan Yahudi.[1] Ia pernah mendapat gelar doctor honoris causa di Universitas Cambridge.[1] Pada tanggal 9 Oktober 2004, ia meninggal dunia di usia 74 tahun karena penyakit kanker.[1]

Pemikiran

Derrida sangat dipengaruhi oleh filsuf Edmund Husserl dan ahli bahasa Ferdinand de Saussure.[1] Buku pertama Derrida adalah menerjemahkan karya Husserl yang berjudul The Origin of Geometry.[1] Di dalam bukunya yang berjudul Of Grammatology, Derrida menyampaikan pandangannya terhadap pemikiran Saussure mengenai definisi bahasa.[1] Ia mengatakan bahwa Saussure memberikan esensi manusia kepada bahasa.[1] Logosentrisme dan fonosentrisme adalah paham yang berusaha dikritik Derrida.[1] Menurutnya kelemahan logosentrisme adalah menghapus dimensi material bahasa, dan kelemahan fonosentrisme adalah menomorduakan tulisan karena memprioritaskan ucapan.[1]

Dekonstruksi

Derrida menjelaskan dekonstruksi dengan kalimat negasi.[2] Menurutnya dekonstruksi bukan suatu analisis dan bukan kritik, bukan suatu metode, bukan aksi maupun operasi.[2] Singkatnya, dekonstruksi bukanlah suatu alat penyelesaian dari “suatu subjek individual atau kolektif yang berinisiatif dan menerapkannya pada suatu objek, teks, atau tema tertentu”. [2] Dekonstruksi adalah suatu peristiwa yang tidak menunggu pertimbangan, kesadaran, atau organisasi dari suatu subjek, atau bahkan modernitas.[2] Derrida mengadaptasi kata dekonstruksi dari kata destruksi dalam pemikiran Heidegger.[3] Kata dekonstruksi bukan secara langsung terkait dengan kata destruksi melainkan terkait kata analisis yang secara etimologis berarti "untuk menunda"-sinonim dengan kata men-dekonstruksi.[3] Terdapat tiga poin penting dalam dekonstruksi Derrida, yaitu: pertama, dekonstruksi, seperti halnya perubahan terjadi terus-menerus, dan ini terjadi dengan cara yang berbeda untuk mempertahankan kehidupan; kedua, dekonstruksi terjadi dari dalam sistem-sistem yang hidup, termasuk bahasa dan teks; ketiga, dekonstruksi bukan suatu kata, alat, atau teknik yang digunakan dalam suatu kerja setelah fakta dan tanpa suatu subyek interpretasi.[2]

Différance

Derrida menunjukkan kelemahan dari ucapan untuk mengungungkapkan makna dengan menggunakan kata différance.[2] Differance berasal dari kata difference yang mencakup tiga pengertian, yaitu:[4]
  1. to differ-- untuk membedakan, atau tidak sama sifat dasarnya;
  2. differe (Latin)-- untuk menyebarkan, mengedarkan;
  3. to defer-- untuk menunda.
Dalam pengucapannya tidak terdengar perbedaan tetapi perbedaan pemakaian huruf ‘a’ untuk mengganti huruf ‘e’ hanya terlihat dalam tulisan.[4] Ini dilakukan Derrida untuk menunjukkan peleburan makna dari tiga pengertian dalam kata difference yang tidak dapat dilakukan oleh logosentrisme dan fonosentrisme.[4] Melalui tulisan terjadi otonomisasi teks.[4] Dekonstruksi adalah suatu peristiwa yang tidak menunggu pertimbangan, kesadaran, atau organisasi dari suatu subjek, atau bahkan modernitas.[2] Menurut Derrida bahasa bersumber pada teks atau “Tulisan”.[5] Tulisan adalah bahasa yang maksimal karena tulisan tidak hanya terdapat dalam pikiran manusia, tetapi konkret di atas halaman.[5] Tulisan memenuhi dirinya sendiri karena Tulisan terlepas dari penulisnya begitu ia berada di ruang halaman.[5] Ketika dibaca, Tulisan langsung terbuka untuk dipahami oleh pembacanya.[5]

Pshyche

Pada tahun 1987 Derrida mengeluarkan kumpulan esainya dalam teks yang berjudul Pshyche.[1] Dasar dari risalat ini adalah untuk menyatakan seberapa besar kemungkinan untuk membicarakan (yang Lain).[1] Menurut Derrida, sikap yang tepat terhadap (yang Lain) adalah menunggu, menginginkan, dan bersiap bagi masa depan, yaitu dari mana (yang lain) itu berasal.[1] (Yang Lain) tidak berasal dari masa kini.[1] Untuk menjelaskan mengenai sikap menunggu dan bersiap, Derrida kembali mengutip dari tulisan sebelumnya yang berjudul structure dan Sign and Play.[1] (Yang Lain) itu datang sebagai bencana, tidak peduli baik atau buruk, kedatangannya akan terlalu asing untuk dihasilkan oleh realita.[1]

Khora

Khora adalah salah satu tulisan Derrida yang ditulis untuk memperingati Jean-Pierre Vernant, sejarawan strukturalis dari Yunani.[1] Khora adalah suatu kata yang muncul dalam tulisan yang berjudul Timaeus, salah satu bagian dari tulisan trilogi Plato yang berjudul The Republic.[1] Kata ini dikaitkan dengan bagian yang membahas kosmologi dan asal dari alam semesta.[1] Makna khora menurut Plato adalah tempat yang kosong yang tidak dapat berisi, namun memiliki kecenderungan untuk memiliki isi.[1]

Karya-karya penting

Karya-karya penting Jacques Derrida :
  • La voix et le phenomène (1967)
  • L'écriture et la différance (1967)
  • De la grammatologie (1967)
  • Marges de la philosophie (1972)
  • Glas (1974)
  • Éperons: les styles de Nietzsche (1978)
  • De l'esprit: Heidegger et la question (1987)
  • Spectres de Marx (1993)
  • Force de loi (1994)
  • Voyous (2003)

Referensi

  1. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z aa ab ac ad (Inggris) Jason Powell. 2006. Jacques Derrida: A Biography. London: Continuum. 50, 11, 149, 158.
  2. ^ a b c d e f g (Inggris)Dawne McCance. 2009. Derrida on Religion: Thinker of Difference. London: Equinox Publshing. Hlm 22
  3. ^ a b (Inggris)Jacques Derrida. 2000. Dissemination. London: The Athlone Press. Hlm xiv
  4. ^ a b c d (Inggris)Vincent B. Leitch. 1983. Deconstructive Criticism: an Advance Introduction. New York: Columbia University Press. Hlm. 41
  5. ^ a b c d (Indonesia) Benny H. Hoed. 'Derrida VS Strukturalisme De Saussure' dalam Majalah BASIS No.11- 12, November-Desember 2007. 27.
 sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Jacques_Derrida

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar